Pernah merasa otot aman-aman saja saat latihan, lalu baru sakit beberapa jam kemudian? Itu sering kali DOMS, nyeri otot yang muncul 12 sampai 48 jam setelah olahraga, terutama setelah latihan baru, beban yang lebih berat, atau gerakan eksentrik seperti saat menurunkan beban pelan-pelan.
Kondisi ini biasanya normal. Dalam beberapa hari, rasa sakit akan turun sendiri. Yang penting adalah tahu cara meredakannya tanpa bikin otot makin kacau, supaya pulih lebih cepat dan tahu kapan harus waspada.
Mengenali DOMS: bedanya dengan pegal biasa dan cedera

DOMS terasa seperti otot kaku, berat, dan nyeri saat ditekan. Gerakan sederhana bisa terasa lebih lambat dari biasanya. Kadang, naik tangga pun jadi terasa seperti tugas tambahan.
Pegal biasa setelah aktivitas ringan biasanya cepat reda. DOMS lebih khas karena muncul terlambat, lalu puncaknya terasa pada hari berikutnya. Otot juga bisa terasa sensitif saat disentuh, tanpa harus ada cedera jelas.
Cedera beda ceritanya. Nyeri tajam, bengkak besar, memar, atau gerak yang sangat terbatas bukan pola DOMS biasa. Kalau rasa sakit muncul saat olahraga, bukan setelahnya, itu juga patut dicurigai.
Kalau nyerinya makin berat tiap jam, atau satu titik terasa menusuk, jangan anggap itu DOMS biasa.
DOMS masih masuk kategori wajar bila nyerinya simetris, muncul setelah latihan yang tidak biasa, dan mulai membaik dalam beberapa hari. Saat pola nyerinya aneh, terlalu berat, atau disertai bengkak, perlu lebih hati-hati.
Cara mengatasi sakit otot setelah olahraga agar cepat pulih
Kunci utamanya sederhana, jangan panik, dan jangan memaksa otot bekerja penuh saat belum siap. DOMS bukan tanda bahwa tubuh rusak. Ini tanda bahwa jaringan otot sedang beradaptasi. Karena itu, langkah yang dipilih harus membantu pemulihan, bukan menambah stres.
Tetap bergerak ringan, jangan langsung berhenti total
Berhenti total sering membuat otot terasa makin kaku. Jalan santai, peregangan ringan, yoga ringan, atau sepeda santai bisa membantu aliran darah. Gerakan ini tidak harus lama.
Gunakan patokan sederhana, kalau gerakannya masih nyaman, lanjut. Kalau mulai menusuk atau membuat otot terasa ditarik keras, stop. Tujuannya pemulihan, bukan latihan tambahan.
Saat nyeri masih berat, cukup 5 sampai 10 menit gerakan ringan. Setelah tubuh terasa lebih longgar, durasinya bisa ditambah sedikit. Yang penting, intensitas tetap rendah.
Jangan buru-buru kembali ke sesi berat. Otot yang sedang DOMS tidak butuh tantangan baru. Ia butuh sirkulasi yang baik dan beban yang wajar.
Pilih kompres dingin atau hangat di waktu yang tepat
Kompres dingin cocok saat otot terasa panas, nyeri, atau agak bengkak. Pakai 15 sampai 20 menit, beberapa kali sehari. Bungkus es dengan kain, jangan tempel langsung ke kulit.
Dingin membantu menenangkan area yang sedang iritasi. Ini paling berguna di fase awal, saat rasa tidak nyaman masih kuat.
Kompres hangat lebih cocok setelah fase awal lewat, biasanya sekitar 48 jam. Mandi air hangat atau kompres hangat bisa membantu otot terasa lebih rileks. Ini sering berguna kalau kekakuan masih dominan.
Keduanya tidak perlu dipakai bersamaan. Pilih sesuai kondisi otot saat itu. Kalau area masih terasa panas dan baru selesai olahraga, pilih dingin. Kalau sudah lewat dua hari dan yang tersisa adalah kaku, hangat lebih cocok.
Bantu pemulihan dengan pijat lembut, air, dan makanan yang tepat
Pijat ringan bisa membantu rasa kaku, asal tidak agresif. Tekanan yang terlalu keras justru bisa menambah nyeri. Jika pakai foam roller, lakukan pelan dan singkat.
Minum cukup air juga penting. Dehidrasi tidak membuat DOMS hilang, tapi bisa bikin tubuh terasa lebih lelah. Setelah olahraga, minum secara bertahap, jangan menunggu haus berat.
Makanan juga berperan. Otot butuh bahan baku untuk memperbaiki diri, dan protein adalah salah satunya. Telur, ikan, ayam, tahu, tempe, dan susu adalah pilihan yang mudah.
Tidak perlu menu rumit. Yang dibutuhkan adalah asupan yang cukup dan konsisten. Kalau habis latihan lalu makan asal lewat, proses pulihnya bisa terasa lebih lambat.
Istirahat tetap masuk hitungan. Tidur malam yang cukup memberi waktu bagi jaringan otot untuk beres-beres. Kalau malamnya kurang tidur, keesokan harinya rasa pegal biasanya lebih terasa.
Apa yang sebaiknya dihindari saat DOMS masih terasa
Yang paling sering memperlambat pulih adalah memaksa latihan berat saat otot masih sangat sakit. Banyak orang mengira “bisa digerakkan” berarti “sudah siap dilatih”. Itu dua hal berbeda.
Kalau otot baru selesai kerja keras, beri jeda. Latihan berat di atas DOMS bisa memperpanjang nyeri dan membuat teknik gerakan jadi kacau. Tubuh yang sedang kompensasi mudah salah pola.
Pijatan terlalu keras juga bukan solusi. Rasa sakit bukan ukuran keberhasilan pijat. Kalau setelah dipijat otot malah makin nyut-nyutan, tekanannya kebanyakan.
Kurang tidur dan minum terlalu sedikit juga sering diabaikan. Padahal, keduanya membuat tubuh lebih sulit pulih. DOMS yang ringan bisa terasa lebih mengganggu kalau tubuh sedang lelah total.
Obat nyeri juga tidak perlu jadi andalan utama. Kalau memang sangat mengganggu, obat pereda nyeri bisa dipertimbangkan sesuai aturan pakai. Tapi itu bukan pengganti istirahat, air, dan pemulihan yang masuk akal.
Tanda bahwa tubuh butuh istirahat, bukan dipaksa latihan
Kalau naik tangga terasa berat, otot kaku sekali, atau gerakan dasar jadi susah, itu tanda tubuh minta jeda. Jangan jadikan jadwal latihan sebagai alasan untuk nekat.
Istirahat bukan berarti malas. Istirahat adalah bagian dari program latihan. Otot tidak tumbuh saat dipaksa terus. Otot pulih saat diberi waktu.
Untuk latihan berikutnya, lihat beban minggu sebelumnya. Kalau sesi terakhir terlalu jauh di atas kemampuan biasa, turunkan intensitas. Naikkan beban bertahap, bukan loncat besar.
Kapan perlu periksa ke dokter karena nyeri tidak normal
DOMS tidak biasanya menimbulkan nyeri sangat parah yang terus memburuk. Bila ada bengkak berat, memar luas, lemah sekali, atau urine gelap, itu bukan pola biasa. Nyeri yang tidak membaik setelah beberapa hari juga perlu dicurigai.
Bila rasa sakit mengganggu jalan, membuat sendi sulit digerakkan, atau muncul setelah benturan, cari bantuan medis. Lebih aman memeriksa daripada menebak.
Gejala seperti itu bisa terkait cedera otot, robekan, atau masalah lain. DOMS biasa tidak memberi sinyal sekeras itu.
Cara mencegah DOMS datang terlalu parah di latihan berikutnya
DOMS tidak selalu bisa dihindari. Tapi intensitasnya bisa dikurangi. Cara paling masuk akal adalah memulai latihan dengan pemanasan yang baik. Otot yang sudah aktif lebih siap menerima beban.
Naikkan volume atau beban secara bertahap. Kalau minggu ini latihan kaki terlalu banyak, jangan langsung menggandakan sesi minggu depan. Tubuh butuh adaptasi yang stabil.
Pendinginan setelah olahraga juga membantu. Tidak harus rumit. Jalan pelan, gerak ringan, lalu peregangan singkat sudah cukup untuk menurunkan tensi otot.
Teknik gerakan yang benar penting. Banyak DOMS berat muncul karena teknik berantakan, terutama saat beban eksentrik. Kalau gerakan belum rapi, beban sebaiknya disesuaikan dulu.
Tidur cukup dan makan cukup juga bagian dari pencegahan. Orang yang kurang tidur lebih mudah merasa capek dan lebih lambat pulih. Kalau asupan protein dan kalori kurang, otot juga tidak punya modal yang cukup untuk beradaptasi.
Satu hal lagi, jangan menilai latihan dari rasa hancur keesokan harinya. Latihan yang baik tidak harus membuat Anda lumpuh dua hari. Targetnya adalah progres, bukan rasa sakit yang berlebihan.