Dalam perjalanan panjang sejarah islam, ilmu pengetahuan berkembang pesat melalui kontribusi para ilmuwan muslim yang pemikirannya melampaui zaman.
Saat itu adalah masa kejayaan Islam. Lebih tepatnya pada 622 hingga 1258 Masehi. Mereka bukan hanya berperan dalam kemajuan peradaban Islam tapi juga memberikan pondasi penting bagi ilmu pengetahuan modern.
Artikel ini akan mengulas lima ilmuwan muslim yang berpengaruh dalam sejarah Islam silakan disimak.
Ilmuwan-Ilmuwan Muslim dalam Sejarah Islam

Ilmuwan muslim berikut patut untuk dikenang karena kontribusinya yang luar biasa dalam perkembangan ilmu pengetahuan modern. Berikut beberapa tokoh tersebut:
1. Ibnu Sina Tahun 980 Hingga 1037
Nama lengkapnya adalah Abu ‘Ali al-Husayn bin ‘Abdullah bin Sina. Ia seorang ilmuwan yang lahir di Uzbekistan dan mempunyai kemampuan dalam banyak ilmu. Terutama ilmu kedokteran dan filsafat.
Di negara barat, Ibnu Sina banyak disebut sebagai Avicenna. Ia juga mendapatkan julukan sebagai “Bapak Kedokteran Modern”
Karya fenomenalnya adalah Al-Qaanuun fii al-Thibb dan Asy Syifa. Karya Al-Qaanuun fii al-Thibb dijadikan rujukan ilmu kesehatan bahkan selama berabad-abad lamanya.
Ibnu Sina juga diketahui sebagai penemu manfaat dari etanol dan teori penularan penyakit tuberkulosis.
2. Muhammad bin Musa Al-Khwarizmi Tahun 780 Hingga 850
Ia berasal dari Kufah, Irak dan ahli dalam matematika, geografi, dan astronomi. Ia menyandang julukan “Bapak Aljabar”.
Selain itu, Al-Khwarizmi juga ilmuwan yang menemukan angka nol dan juga sistem angka Hindu-Arab. Angka tersebut kemudian menggantikan angka yang banyak digunakan saat itu yakni angka Romawi.
Tidak sampai situ saja, penemuan lain ada trigonometri, algoritma, ukuran dari garis tengah bumi dan tabel astronomi.
3. Al Ghazali Tahun 1058 Hingga 1111
Bernama lengkap Muhammad bin Muhammad bin Ahmad Imam Besar Abu Hamid Al-Ghazali Hujjatul-Islam. Lahir di Thusia yakni kota yang berada di Khurasan.
Salah satu karya yang terkenal dari Al-Ghazali adalah Tahafut al Falsifah atau diartikan sebagai Kebingungan Para Filsuf. Isinya mengkritik tajam pemikiran dan ide-ide filsuf.
Pemikiran dari Al-Ghazali mendapatkan pengakuan yang amat luas. Baik dalam lingkup sarjana muslim maupun sarjana barat.
Bisa dikatakan Al-Ghazali adalah seorang teolog Islam dan pemikir Islam paling asli. Ia sendiri mendapatkan julukan pembela Islam.
4. Ibnu Al Haytham Tahun 965 Masehi
Ilmuwan dalam sejarah Islam selanjutnya ada Ibnu Al Hyatha, yang lahir tahun 965 Masehi. Ia bernama panjang Abu Ali al-Hasan bin al-Hasan bin al-Haitsam.
Ilmuwan muslim satu ini amat pandai di bidang filsafat dan sains. Ia suka sekali melakukan riset tertutama riset pada bidang optik.
Karyanya yang paling dikenal adalah Al-Manazir. Di sana tertulis bahwa cahaya yang memungkinkan mata dapat melihat.
Pernyataan tersebut menentang teori yang sudah ada yakni teori Euclid dan Ptolemy. Teori tersebut menyatakan bahwa benda dapat terlihat karena terdapat cahaya yang keluar dari mata kita.
Selain cahaya, Ibnu Al Haytham juga dikenal sebagai penemu kamera paling pertama di dunia. Namanya kamera obscura yang ia temukan pada abad ke-10.
5. Al-Jazari Tahun 1136 Masehi
Nama lengkapnya Abu Al-’Iz bin Ismail bin Ar-Razaz Al-Jazari. Ia seorang ahli di bidang mekanik dan banyak menciptakan robot. Maka dari itu Al Jazari mendapatkan julukan sebagai Bapak Robot.
Salah satu buku yang paling terkenal adalah Penggagas Teknologi Robot. Namun sebelum julukan itu ada, Al Jazari sudah pernah menemukan mesin pompa air dan itu adalah penemuan pertamanya.
Adanya pompa air tersebut memudahkan penyedotan air dari dalam tanah. Selain itu Al Jazari juga menemukan mesin engkol yang memungkinkan motor dan mobil bergerak dan juga roda gigi yang masih digunakan dalam dunia otomotif hingga sekarang.
Sedari remaja Al Jazari memang menyukai belajar banyak pengetahuan. Mulai dari fisika, matematika, teknis industri dan masih banyak lagi.
Luar biasa bukan penemuan para ilmuwan muslim dalam sejarah Islam. Temuan-temuan tersebut bahkan masih bisa diterapkan hingga masa kini.