Connect with us

Otomotif

Tips Otomotif: 5 Tanda Motor Harus Segera Ganti Oli

Published

on

Tips otomotif ini akan membagikan tanda-tanda oli motor sudah harus diganti. Oli motor adalah sebuah komponen krusial pada kendaraan bermotor, termasuk sepeda motor. Oli berperan sebagai pelumas komponen-komponen dalam mesin, sehingga mesin dapat bekerja dengan lancar dan optimal.

Selain itu, oli juga berfungsi untuk mendinginkan mesin dan mencegah terjadinya karat. Namun, oli motor memiliki masa pakai yang terbatas. Oleh karena itu, oli motor harus diganti secara berkala sesuai dengan petunjuk pabrik. Jika oli motor tidak diganti secara berkala, maka dapat menyebabkan kerusakan pada mesin.

Ketahui Ciri-ciri Motor yang Harus Ganti Oli

Sebagian orang masih mengabaikan pentingnya ganti oli motor. Padahal, kendaraannya sudah menunjukkan beberapa tanda yang mengharuskan ganti oli dengan segera. Berikut beberapa tanda motor harus segera ganti oli:

  • Jarak Tempuh Telah Mencapai Batas Maksimal

    Pabrikan sepeda motor biasanya memberikan petunjuk mengenai jarak tempuh maksimal untuk penggantian oli motor. Jarak tempuh maksimal ini biasanya berkisar antara 2.000 hingga 5.000 kilometer. Jika jarak tempuh sepeda motor Anda telah mencapai batas maksimal, maka segera ganti oli motor Anda.

  • Warna Oli Berubah Menjadi Hitam

    Warna oli motor yang baru biasanya bening atau kekuningan. Namun, seiring dengan pemakaian, warna oli motor akan berubah menjadi hitam. Hal ini disebabkan oleh oli yang terkontaminasi oleh kotoran, karbon, dan metal yang terkikis dari bagian mesin. Jika warna oli motor Anda sudah berubah menjadi hitam, maka segera ganti oli motor.

  • Oli Menjadi Encer

    Oli motor yang baru memiliki konsistensi yang kental. Namun, seiring dengan pemakaian, oli motor akan menjadi encer. Hal ini disebabkan oleh oli yang tercampur dengan bahan bakar atau air. Jika oli motor Anda sudah menjadi encer, maka segera ganti oli motor Anda.

  • Suara Mesin Menjadi Kasar

    Oli motor yang berfungsi dengan baik dapat melumasi komponen-komponen mesin, sehingga mesin dapat bekerja dengan lancar dan tidak menimbulkan suara kasar. Jika suara mesin sepeda motor Anda menjadi kasar, maka kemungkinan oli motor Anda sudah tidak berfungsi dengan baik. Segera ganti oli motor Anda.

  • Kinerja Mesin Menurun

    Oli motor yang berfungsi dengan baik dapat menjaga mesin tetap dingin dan tidak mengalami panas berlebih. Jika kinerja mesin sepeda motor Anda menurun, seperti mesin terasa panas saat digunakan, maka kemungkinan oli motor Anda sudah tidak berfungsi dengan baik. Segera ganti oli motor Anda.

Cara Mengganti Oli Motor Sendiri

Jika Anda melihat salah satu atau beberapa tanda di atas pada sepeda motor Anda, maka segera ganti oli motor Anda. Nah, dalam tips otomotif ini juga akan dibagikan cara mengganti oli motor sendiri. Berikut langkah-langkahnya:

  • Buka baut penutup pembuangan menggunakan kunci ring. Biasanya, terletak di sebelah kiri mesin;
  • Letakkan wadah penampung oli bekas, tepat di bawah baut penutup untuk menadah oli bekas;
  • Biarkan oli bekas keluar semuanya;
  • Buka tutup oli bagian atas, yang ada di sebelah kanan bawah dekat radiator;
  • Setelah oli dikeluarkan semuanya, tutup kembali baut bagian bawah dengan rapat;
  • Tuang oli baru di bagian atas;
  • Tutup kembali tempat oli dengan rapat.

Demikian tips otomotif tentang tanda oli motor harus ganti dan cara menggantinya sendiri di rumah. Mengganti oli motor secara berkala dapat membantu menjaga mesin sepeda motor Anda tetap awet dan terhindar dari kerusakan.

Continue Reading

Otomotif

Inilah Cara Mengecek Kondisi Mobil Sebelum Perjalanan Jauh

Published

on

Inilah Cara Mengecek Kondisi Mobil Sebelum Perjalanan Jauh

Mobil yang tampak bersih dan menyala normal belum tentu siap menempuh ratusan kilometer. Masalah pada ban, rem, pendingin, atau aki bisa muncul setelah berjam-jam berkendara.

Mengetahui cara mengecek kondisi mobil sebelum perjalanan jauh membantu mencegah mogok, mengurangi risiko kecelakaan, dan menjaga kabin tetap nyaman. Pemeriksaan ini berlaku untuk perjalanan biasa, road trip, maupun mudik. Mulailah dengan checklist sederhana agar tidak ada komponen penting yang terlewat.

Kapan Waktu Terbaik Memeriksa Mobil Sebelum Berangkat?

Mobil yang diperiksa dengan teliti memberi Anda lebih banyak kendali sebelum roda mulai berputar.

Pemeriksaan ideal dilakukan satu sampai dua minggu sebelum perjalanan. Waktu tersebut memberi kesempatan untuk memperbaiki kebocoran, mengganti ban, melakukan servis, atau memesan komponen yang belum tersedia di bengkel.

Mengecek mobil pada malam sebelum berangkat sering membuat keputusan menjadi terburu-buru. Jika ditemukan masalah pada rem atau sistem pendingin, Anda mungkin tidak punya waktu cukup untuk menanganinya.

Periksa juga riwayat servis kendaraan. Catat jarak tempuh sejak penggantian oli, aki, ban, kampas rem, dan coolant. Mobil yang jarang digunakan tetap perlu diperiksa karena karet, selang, aki, dan ban bisa menua meski jarak tempuhnya rendah.

Jarak perjalanan juga memengaruhi kebutuhan pemeriksaan. Perjalanan 100 kilometer membutuhkan persiapan berbeda dibanding perjalanan lintas provinsi selama dua hari. Bila mobil sudah berusia cukup tua atau jarang diservis, lakukan pemeriksaan menyeluruh di bengkel resmi paling lambat beberapa hari sebelum keberangkatan.

Siapkan Checklist dan Peralatan Pemeriksaan Sederhana

Siapkan pengukur tekanan ban, kain lap, senter, sarung tangan, dan buku manual kendaraan. Alat ukur tegangan aki juga berguna jika tersedia. Catat hasil setiap pemeriksaan, termasuk bagian yang perlu dipantau atau diperbaiki.

Lakukan pemeriksaan oli dan coolant ketika mesin dingin. Selain lebih aman, kondisi ini membuat pembacaan level cairan lebih akurat. Parkirkan mobil di permukaan rata sebelum memulai.

Cara Mengecek Kondisi Mobil Sebelum Perjalanan Jauh

Pemeriksaan sebaiknya dilakukan secara berurutan, mulai dari bagian luar, ruang mesin, lalu kabin. Dengan cara ini, Anda bisa menemukan tanda kerusakan tanpa harus memiliki keahlian mekanik.

Periksa Oli Mesin, Coolant, dan Kemungkinan Kebocoran

Untuk mengecek oli, matikan mesin dan tunggu beberapa menit. Jika memungkinkan, lakukan saat mesin sudah dingin. Pastikan mobil berada di permukaan rata, lalu tarik dipstick dan lap sampai bersih.

Masukkan kembali dipstick sepenuhnya, kemudian tarik dan lihat batas oli. Level yang normal berada di antara tanda L dan F atau MIN dan MAX. Jika mendekati batas minimum, tambahkan oli dengan jenis dan viskositas yang sesuai buku manual.

Jangan mencampur oli secara sembarangan. Kode seperti 0W-20, 5W-30, atau 10W-40 menunjukkan tingkat kekentalan yang harus mengikuti rekomendasi pabrikan. Oli yang terlalu sedikit dapat meningkatkan gesekan dan suhu mesin.

Selanjutnya, periksa reservoir coolant ketika mesin dingin. Cairan harus berada di antara batas MIN dan MAX, tidak tampak keruh atau berwarna cokelat. Perhatikan pula selang radiator dan selang menuju reservoir. Selang yang retak, menggelembung, terasa terlalu lunak, atau meninggalkan bekas cairan perlu segera diperiksa.

Lihat area parkir dan bagian bawah ruang mesin. Tetesan cairan, noda berminyak, atau bau manis menyengat bisa menunjukkan kebocoran. Jangan membuka tutup radiator saat mesin panas, karena tekanan dan uapnya dapat menyebabkan luka bakar.

Periksa juga level minyak rem pada reservoir. Jika berkurang terus, jangan hanya menambahkan cairan. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan keausan kampas atau kebocoran pada sistem rem.

Pastikan Ban dan Rem Siap Menghadapi Jarak Panjang

Ukur tekanan semua ban, termasuk ban serep. Gunakan angka pada stiker di pilar pintu pengemudi atau buku manual, bukan perkiraan berdasarkan tampilan ban. Tekanan yang kurang dapat membuat ban panas dan boros bahan bakar, sedangkan tekanan berlebihan mengurangi daya cengkeram.

Periksa permukaan ban secara menyeluruh. Cari benda tajam, retak, sobek, benjolan, dan keausan yang tidak merata. Keausan pada satu sisi dapat mengarah pada masalah spooring, kaki-kaki, atau tekanan ban yang tidak tepat.

Perhatikan indikator keausan di alur telapak. Jika alur sudah mendekati batas indikator atau sekitar 1,6 milimeter, ban perlu diganti. Ban yang berusia sekitar empat tahun juga perlu diperiksa lebih lanjut, terutama jika sering terkena panas matahari. Usia tersebut bukan aturan otomatis untuk mengganti ban, tetapi menjadi alasan kuat untuk meminta penilaian teknisi.

Saat memeriksa rem, injak pedal ketika mobil diam. Pedal harus terasa padat dan tidak turun perlahan. Bunyi berdecit, suara gesekan, pedal terlalu dalam, atau lampu peringatan rem perlu ditangani sebelum perjalanan.

Periksa apakah ada kebocoran minyak rem di sekitar roda dan selang. Ketebalan kampas sekitar 3 milimeter sering menjadi patokan pemeriksaan bengkel, tetapi angka itu bukan pengganti inspeksi teknisi. Kondisi cakram, kaliper, dan sistem hidraulis juga perlu dilihat.

Coba rem parkir sebelum berangkat. Rem harus menahan mobil dengan baik saat kendaraan berada di tempat aman dan permukaan yang sesuai.

Cek Aki, Lampu, Wiper, dan Filter Udara

Lihat terminal aki. Terminal yang kotor, berkerak putih, longgar, atau berkarat dapat menghambat aliran listrik dan membuat mesin sulit dinyalakan. Untuk aki basah, periksa level air aki sesuai tanda pada casing. Jangan menambahkan cairan yang salah.

Jika memiliki alat ukur, tegangan aki saat mesin mati dapat dijadikan patokan. Angka sekitar 12,4 volt atau lebih biasanya menunjukkan kondisi awal yang cukup, meski hasil pengukuran juga dipengaruhi usia dan kondisi aki. Aki yang sudah lemah sebaiknya diuji dengan alat khusus di bengkel.

Nyalakan lampu depan jauh dan dekat, lampu belakang, lampu rem, lampu sein, hazard, fog lamp jika ada, serta lampu pelat nomor. Minta bantuan orang lain untuk melihat lampu rem ketika pedal diinjak. Lampu yang mati mengurangi visibilitas dan membuat kendaraan sulit terlihat pengguna jalan lain.

Periksa karet wiper dengan menyentuh permukaannya. Karet yang keras, retak, atau getas biasanya meninggalkan garis air di kaca. Isi air washer dan pastikan semprotan mengarah ke kaca depan. Retakan kecil pada kaca juga perlu diperhatikan karena bisa melebar akibat getaran dan perubahan suhu.

Filter udara yang sangat kotor dapat menghambat suplai udara ke mesin. Akibatnya, tarikan bisa berkurang, konsumsi bahan bakar meningkat, dan suara mesin terdengar lebih kasar. Buka rumah filter jika desainnya memungkinkan, lalu minta teknisi menggantinya jika sudah penuh debu atau berubah bentuk.

Jangan Lewatkan Suspensi, Kelistrikan, dan Kenyamanan Kabin

Suspensi yang bermasalah sering baru terasa ketika mobil melewati jalan rusak atau melaju dalam waktu lama. Dengarkan bunyi ketukan dari roda, perhatikan getaran pada setir, dan amati apakah mobil terasa limbung. Mobil yang memantul berlebihan setelah melewati polisi tidur juga perlu diperiksa.

Lihat apakah posisi mobil tampak miring saat parkir. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan pegas, peredam kejut, atau beban yang tidak seimbang. Jangan menunda pemeriksaan jika terdengar suara aneh dari kolong kendaraan.

Di dalam kabin, pastikan setiap sabuk pengaman dapat ditarik, mengunci saat ditarik cepat, dan kembali ke posisinya. Atur kursi pengemudi, spion, dan sandaran kepala sebelum berangkat agar tubuh tidak cepat lelah.

Nyalakan AC dan periksa apakah hembusan udara cukup dingin. Pastikan ventilasi tidak mengeluarkan bau menyengat. Periksa kabel atau sekring yang terlihat mudah dijangkau, tetapi jangan membongkar sistem kelistrikan tanpa pengetahuan yang memadai.

Perhatikan panel instrumen setelah mesin menyala. Lampu indikator mesin, aki, rem, atau temperatur yang tetap menyala tidak boleh diabaikan. Cari penyebabnya di bengkel sebelum membawa mobil ke perjalanan jauh.

Lakukan Uji Jalan Singkat Sebelum Perjalanan

Uji jalan singkat dapat memperlihatkan masalah yang tidak terlihat ketika mobil diam. Pilih area aman, lalu rasakan respons akselerasi, perpindahan transmisi, arah kemudi, dan pengereman.

Mobil yang menarik ke satu sisi, setir bergetar, rem berdenyut, atau mesin tersendat membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Dengarkan pula suara dari roda dan suspensi. Pastikan suhu mesin tetap normal dan AC bekerja selama uji jalan.

Jika gejala muncul, hentikan persiapan perjalanan dan bawa mobil ke bengkel. Jangan berharap masalah akan hilang setelah kendaraan melaju lebih jauh.

Kapan Mobil Harus Dibawa ke Bengkel Sebelum Perjalanan?

Pemeriksaan mandiri cukup untuk menemukan tanda awal, tetapi tidak dapat menggantikan pemeriksaan teknisi. Bawa mobil ke bengkel jika terlihat kebocoran, ban retak atau benjol, kampas rem tipis, aki lemah, coolant terus berkurang, atau suara mesin berubah.

Lampu indikator yang menyala juga menjadi alasan untuk menunda perjalanan. Hal yang sama berlaku jika mobil sulit dikendalikan, setir terasa berat, pengereman tidak stabil, atau temperatur mesin meningkat.

Minta teknisi memeriksa mesin, transmisi, sistem pendingin, rem, kaki-kaki, kemudi, dan kelistrikan. Jelaskan rute serta perkiraan jarak perjalanan agar teknisi dapat memprioritaskan bagian yang paling berisiko.

Servis preventif biasanya lebih aman daripada menunggu kerusakan terjadi di tengah perjalanan. Biaya pemeriksaan dan penggantian komponen tertentu juga sering lebih rendah dibanding biaya derek, perbaikan darurat, dan waktu yang hilang.

Setelah perbaikan, lakukan uji jalan ulang. Minta catatan pekerjaan dan komponen yang diganti. Simpan informasi tersebut untuk menentukan jadwal servis berikutnya.

Bawa Perlengkapan Darurat dan Simpan Kontak Bantuan

Perlengkapan darurat membantu Anda menghadapi masalah ringan dengan lebih tenang. Pastikan mobil membawa:

  • Dongkrak, kunci roda, dan ban serep dengan tekanan yang cukup.
  • Segitiga pengaman, kabel jumper, dan senter.
  • Kotak P3K, air minum, serta charger ponsel.
  • Dokumen kendaraan, kartu asuransi jika ada, dan nomor bengkel atau layanan derek.

Peralatan tersebut bukan pengganti mobil yang sehat. Ban serep tanpa tekanan atau dongkrak yang tidak sesuai tetap tidak banyak membantu saat keadaan darurat.

Berangkat dengan Mobil yang Sudah Diperiksa

Urutan pemeriksaan yang praktis dimulai dari oli dan coolant, lalu ban serta rem. Setelah itu, cek aki, lampu, wiper, filter udara, suspensi, sabuk pengaman, dan AC. Tutup pemeriksaan dengan uji jalan singkat.

Prioritaskan komponen keselamatan dan jangan menunda perbaikan jika muncul kebocoran, indikator peringatan, atau gejala kendali yang tidak normal. Gunakan checklist ini setiap kali melakukan perjalanan jauh, bukan hanya saat mudik.

Continue Reading

Otomotif

Review Mobil Toyota Veloz Hybrid EV, Ini MPV Keluarga Modern

Published

on

Review Mobil Toyota Veloz Hybrid EV, Ini MPV Keluarga Modern

Toyota Veloz Hybrid mulai menarik perhatian sejak diperkenalkan kepada publik dalam ajang GJAW 2025. MPV keluarga ini membawa pembaruan penting melalui teknologi hybrid yang menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik.

Kombinasi tersebut tidak hanya meningkatkan efisiensi bahan bakar, tetapi juga memberikan pengalaman berkendara yang lebih responsif dibandingkan versi sebelumnya. Melalui review mobil Toyota Veloz Hybrid EV ini, kita dapat melihat bagaimana teknologi elektrifikasi mulai diterapkan pada kendaraan keluarga.

Spesifikasi Singkat Toyota Veloz Hybrid

Review Toyota Veloz Hybrid EV dengan teknologi hybrid, akselerasi instan, handling lebih presisi, serta fitur Toyota Safety Sense untuk keamanan berkendara.

Sebelum melihat bagaimana performanya di jalan, penting untuk memahami spesifikasi dasar yang digunakan mobil ini. Dalam review mobil Veloz Hybrid, kombinasi mesin bensin dan motor listrik menjadi aspek utama yang banyak dibahas.

Beberapa spesifikasi utama Toyota Veloz Hybrid, antara lain:

  • Mesin bensin 1.5L 2NR-VEX;
  • Tenaga mesin 91 PS;
  • Torsi mesin 121 Nm;
  • Motor listrik 80 PS;
  • Torsi motor listrik 141 Nm;
  • Kapasitas baterai sekitar 0,7 kWh;
  • Transmisi e-CVT.

Kombinasi mesin dan motor listrik tersebut membantu menghasilkan tenaga yang lebih instan serta respons akselerasi yang lebih cepat dibandingkan model non-hybrid.

Pengujian Handling melalui Tes Zigzag

Salah satu pengujian yang dilakukan dalam sesi test drive adalah tes zigzag untuk melihat stabilitas dan respons kemudi mobil. Pengujian ini dilakukan pada dua kecepatan berbeda, yaitu 20 km/jam dan 40 km/jam.

Pada kecepatan 20 km/jam, setir terasa ringan namun tetap presisi sehingga mobil mudah dikendalikan saat berpindah arah. Pergerakan mobil juga terasa stabil tanpa gejala limbung berlebihan.

Ketika kecepatan ditingkatkan menjadi 40 km/jam, mobil tetap menunjukkan kestabilan yang baik. Respons kemudi terasa lebih tajam dan perubahan arah dapat dilakukan dengan lebih halus. Hal ini menunjukkan bahwa penyetelan suspensi dan distribusi bobot pada versi hybrid memberikan peningkatan handling dibandingkan varian non-hybrid.

Akselerasi Lebih Instan Berkat Motor Listrik

Bagian paling menarik dalam pengujian Toyota Veloz Hybrid adalah performa akselerasinya. Dalam review mobil ini, akselerasi menjadi salah satu aspek yang menunjukkan keunggulan teknologi hybrid.

Ketika pedal gas diinjak, motor listrik langsung memberikan torsi sehingga mobil dapat melaju tanpa jeda yang terasa.

Dalam mode Power, peningkatan tenaga terasa lebih signifikan. Dorongan akselerasi terasa lebih responsif dibandingkan model bensin biasa. Bahkan dalam pengujian di permukaan berpasir, tenaga mobil cukup kuat hingga roda sempat kehilangan traksi.

Karakter tenaga seperti ini membuat mobil terasa lebih bertenaga terutama saat akselerasi awal atau ketika membutuhkan tenaga tambahan untuk menyalip kendaraan lain.

Uji Fitur Toyota Safety Sense (TSS)

Toyota Veloz Hybrid juga dilengkapi fitur Toyota Safety Sense (TSS) yang berfungsi membantu meningkatkan keselamatan berkendara. Dalam pengujian, fitur Adaptive Cruise Control diuji dalam dua kondisi berbeda.

Pada simulasi jalan tol, mobil mampu menjaga jarak dengan kendaraan di depan secara otomatis hingga kecepatan sekitar 60 km/jam. Sistem pengereman juga bekerja dengan halus saat kendaraan di depan memperlambat laju.

Sementara itu, pada simulasi lalu lintas stop-and-go di perkotaan, mobil mampu berhenti sepenuhnya mengikuti kendaraan di depan. Ketika kendaraan tersebut kembali bergerak, mobil juga dapat melanjutkan perjalanan secara otomatis dengan transisi yang terasa natural.

MPV Hybrid dengan Pengalaman Berkendara Lebih Responsif

Secara keseluruhan, review mobil Toyota Veloz Hybrid EV menunjukkan bahwa MPV ini menawarkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan model sebelumnya.

Performa akselerasi yang lebih instan, handling yang lebih presisi, serta fitur keselamatan modern membuat MPV ini semakin menarik di segmen mobil keluarga.

Bagi pengguna yang menginginkan mobil keluarga dengan teknologi elektrifikasi tanpa harus beralih sepenuhnya ke mobil listrik, Veloz Hybrid dapat menjadi pilihan yang patut dipertimbangkan.

Continue Reading

Otomotif

6 Rekomendasi Motor Listrik Roda 3, Dari Viar sampai Solaris

Published

on

6 Rekomendasi Motor Listrik Roda 3, Dari Viar sampai Solaris

Saat ini, ada banyak jenis kendaraan yang bisa digunakan untuk mobilitas di kehidupan sehari-hari. Misalnya adalah motor listrik roda tiga. Kendaraan tersebut menawarkan kestabilan dan keramahan bagi lingkungan sehingga lebih nyaman saat dikendarai.

Jika Anda berencana untuk membelinya, ada beberapa rekomendasi yang layak untuk dipertimbangkan. Rekomendasi tersebut bisa dilihat dalam ulasan menarik berikut.

Ini Dia Rekomendasi Motor Listrik Roda 3

Berbagai rekomendasi motor listrik roda tiga dalam artikel ini bisa dipilih sesuai kebutuhan untuk mendukung mobilitas dalam kehidupan sehari-hari.

Akhir-akhir ini, penggunaan sepeda motor bertenaga listrik semakin meningkat di kalangan masyarakat. Sebagian di antaranya beroda tiga sehingga bisa membuat pengendara menjadi lebih seimbang saat menggunakannya.

Berbagai rekomendasi bisa Anda pertimbangkan bila tertarik untuk membelinya, seperti:

  • Viar RE3

Viar adalah merek motor terkenal dari Indonesia. Salah satu produknya adalah Viar RE3. Bentuknya cukup kompak bahkan cenderung mungil sehingga lebih mudah dikendalikan dan cocok untuk digunakan di jalan-jalan sempit.

Sepeda ini bisa melaju hingga 30 km/jam dengan jarak tempuh mencapai 60 kilometer dalam satu pengisian saja. Tenaganya berasal dari motor listrik berdaya 500 watt dan kombinasi baterai 48V/20Ah.

  • Volta 501

Bila Anda membutuhkan motor listrik untuk mengantar pengiriman barang, seperti galon atau gas elpiji, maka Volta 501 bisa dipertimbangkan. Sepeda ini mempunyai satu kursi untuk pengemudi yang dilengkapi dengan bak di belakangnya.

Kecepatannya pun tergolong lumayan, yakni mencapai maksimal 40 km/jam. Menariknya, Anda bisa memilih varian dengan bak terbuka, tertutup, atau dump yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

  • Selis Eagle X-Tra R3

Sepeda motor ini mempunyai tampilan layaknya skuter bertenaga bensin. Meski terlihat simple, stabilitasnya cukup mumpuni dengan struktur yang kokoh. Jadi, kendaraan tersebut mempunyai daya tahan yang cukup kuat.

Dalam sekali pengisian, Selis Eagle X-Tra R3 bisa menempuh jarak hingga 45 sampai 50 kilometer. Kecepatan maksimumnya pun mencapai 40 km/jam. Dengan motor ini, Anda bisa membawa satu penumpang selain pengemudi.

  • Selis Bromo

Kendaraan ini cukup unik karena mempunyai atap dan pintu layaknya mobil mini. Hal ini membuatnya berdimensi lebih besar daripada sepeda motor bertenaga listrik pada umumnya sehingga cocok untuk petualangan.

Menariknya, berbagai fitur bisa dirasakan saat mengendarainya. Misalnya adalah radio, pendingin udara, gigi mundur, hingga layar LCD. Sepeda motor ini juga dilengkapi panel surya yang bisa memberi daya cadangan dengan jarak hingga 15 kilometer.

  • Selis New Balis

Sepeda motor lain yang juga memiliki penutup dan pintu adalah Selis New Balis. Aneka fitur menarik dimiliki olehnya untuk meningkatkan kenyamanan, termasuk kipas angin, gigi mundur, dan wiper.

Dalam satu kali pengisian, kendaraan tersebut bisa menempuh jarak sampai 50 kilometer. Hal ini disebabkan oleh kapasitas baterainya yang mencapai 60V/45 Ah. Bentuknya yang cukup kompak membuatnya bisa dipakai di jalan sempit sekalipun.

  • Solaris Tipe R3 Balis

Kendaraan ini juga mempunyai atap dan windshield untuk meningkatkan kenyamanan penumpang saat mengendarainya. Menariknya, ada tambahan kursi di belakang pengemudi sehingga dapat diisi oleh dua orang penumpang.

Baterai yang digunakan oleh kendaraan ini memiliki tegangan 60 Volt dengan daya 1.500 watt. Dengan baterai tersebut, sepeda motor ini bisa mencapai jarak 40 kilometer sehingga cocok digunakan di area perkotaan.

Keenam rekomendasi motor listrik roda tiga ini bisa dibeli di toko terdekat. Sebelum membelinya, pastikan Anda memahami semua spesifikasi kendaraan tersebut dan menyesuaikannya dengan kebutuhan untuk mencegah terjadinya penyesalan di kemudian hari.

Continue Reading

Trending